Background

Background

Silahkan klik beberapa gambar di bawah ini

  • image1
  • image2
  • image3
  • image4
  • image2
  • image1
  • image4
  • image3



Himpunan Mahasiswa KOMMIK STMM (Korps Mahasiswa Manajemen Informasi dan Komunikasi ) kembali hadir mengadakan kompetisi E-Sport se-STMM. E-Sport sendiri memilih kompetisi tournament yaitu Mobile Legend, Mobile Legend merupakan game mobile analog yang dibisa diakses menggunakan HP maupun PC.

 

Mobile Legend E-Sport ini bertempat di kampus STMM Yogyakarta pada tanggal 23 Maret untuk babak kualifikasi dan pada 30 Maret 2018 untuk final dari kompetisi tersebut yang diselenggarakan di pendpop STMM Yogyakarta. Mobile Legend E-Sport ini diadakan dengan tujuan mengakrabkan kakat tingkat dan juga mahasiswa baru di STMM, dan juga saling kenal satu sama lain.

            Berikut adalah Tata Tertib kategori perlombaan yang akan diadakan pada Mobile Legend E-Sport

 

1.     Dilarang Menggunakan Cheat / Program Ilegal.
2.     Dilarang Menggunakan Kata Kata Kasar Terhadap Lawan Tanding.
3.     Dilarang Bermain Diluar Lingkungan Pendopo STMM..
4.     Pemain Wajib Lapor Apabila Ingin Pergantian Pemain.
5.     Setiap Tim Memiliki 5 Anggota dan 1 Cadangan.
6.     Apabila Tim Tidak Datang Pada Waktu Yang Sudah Ditentukan Maka Panitia Berhak Mendiskualifikasi Tim.
7.     Tiap Tim Hanya Memiliki 2 Kali Kesempatan Untuk Protes, Apabila Terjadi Eror Pada Game Atau Jaringan Eror.
            Pendaftaran kategori perlombaan Mobile Legend E-Sport dibuka mulai tanggal 1 Maret 2018 s.d 23 Maret 2018 Pada Pukul 10.00 WIB




Dari tahun ke tahun KOMMIK STMM sudah menyelenggarakan event ini sebanyak 3 kali dalam 3 periodenya, dan ini adalah untuk yang ke 3 kalinya, banyak dari peserta event ini merekomendasikan untuk terus menyelenggarakan tiap tahunnya. Mungkin banyak dari mereka yang turut senang atas adanya event ini, karena event ini adalah event mobile analag yang sangat bergensi tinggi. Maka dari itu KOMMIK STMM selalu menyelenggarakan kompetisi ini tiap tahunnya untuk mengajak mahasiswa STMM berpartisipas.
Kegiatan apresiasi event yang seperti inilah yang harus didukung oleh warga STMM supaya terus maju, jadi kita bukan saja ikut serta dalam event ini tetapi kita juga harus mengapresiasikannya dengan baik. 

State Of Play



State of Play adalah film thriller politik 2009, berdasarkan pada enam bagian serial televisi Inggris dengan nama yang sama yang pertama kali disiarkan di BBC One pada tahun 2003. Plot dari serial enam jam itu dipadatkan sesuai dengan format film dua jam , dengan lokasi berubah menjadi Washington, DC Film ini disutradarai oleh Kevin Macdonald dari sebuah skenario yang ditulis oleh Matthew Michael Carnahan, Tony Gilroy, Peter Morgan dan Billy Ray.

Film ini menceritakan penyelidikan seorang wartawan (Russell Crowe) ke dalam kematian yang mencurigakan dari seorang nyonya seorang anggota kongres (Ben Affleck). Pemeran pendukung termasuk Rachel McAdams, Helen Mirren, Jason Bateman, Robin Wright Penn dan Jeff Daniels. Macdonald mengatakan bahwa State of Play dipengaruhi oleh film-film tahun 1970-an dan mengeksplorasi subjek topik privatisasi American Homeland Security dan pada tingkat kecil independensi jurnalistik, bersama dengan hubungan antara politisi dan pers. Itu dirilis di Amerika Utara pada 17 April 2009. Film ini menerima ulasan umumnya positif.



Review :

Sutradara : Kevin Macdonald
Penulis Skenario : Billy Ray, Tony Gilroy, Matthew Michael Carhanan
Bintang FIlm : Russell Crowe, Ben Affleck, Rachel McAdams, Viola Davis, Robin Wright Penn, Jason Bateman, Helen Mireen
Genre : Political Thriller
Durasi : 128 Menit
Rating : 3 / 5


Belakangan ini banyak sekali isu-isu juga hoax yang berkembang di masyarakat. Peran media yang begitu besar dalam memengaruhi keadaan ini, sehingga memunculkan rasa tidak percaya pada media yang ada. Tepat hari ini, 9 Februari 2017 dimana Hari Pers Nasional diperingati, tidak ada salahnya menonton film “lama”. State of Play, film besutan sutradara Kevin Macdonald yang tayang pada 17 April 2009 di USA memiliki keterkaitan cerita dengan dunia jurnalistik. 

Film yang memiliki latar belakang dunia jurnalis dan politik ini memiliki alur konflik yang berjalan cukup mulus. Berawal dari kasus kematian seorang perampok dan penembakan seorang pengantar makanan cepat saji, mengantarkan Cal McAffrey (Russell Crowe) seorang wartawan senior di Washington Globe pada kasus kematian Sonia Baker (Maria Thayer) yang sedang ditangani oleh reporter muda juga blogger dari surat kabar yang sama dengan Cal, Della Frye (Rachel McAdams). Berita kematian Sonia menjadi topik hangat setelah Stephen Collins (Ben Affleck) mengumumkan bela sungkawa dengan meneteskan air mata yang menimbulkan spekulasi jika Sonia memiliki hubungan special dengan anggota Kongres yang telah memiliki istri tersebut. Kisah ini pun berlanjut dengan ditemukan bukti-bukti lain menghubungkan kasus yang ditangani oleh Cal maupun Della setelah pengantar makanan cepat saji tewas dibunuh di hadapan Della. Dunia politik dan militer, skandal sex, kepentingan perusahaan media, juga diujinya jiwa jurnalis mengantarkan film ini pada klimaksnya. Kebenaran yang didapat oleh Cal dan Della menjadi dilema tersendiri bagi Cal yang menjadi sahabat dari Collins. Apakah akan mengungkapkan kebenaran pada masyarakat dengan hati nurani atau tetap diam dan membiarkan kebenaran tidak terungkap, semua jawaban dan pesan moral telah dikemas apik dalam film yang berudarasi 128 menit ini.


State Of Play Sendiri Memiliki 9 Elemen Jurnalistik : 


  1. 1.     Kewajiban pertama jurnalisme adalah kebenaran


            Keinginan Cal dalam mencari sebuah berita untuk mengungkap kebenaran atas janggalnya kematian Sonia Baker, dilakukannya atas dasar bahwa cal ingin apa yang ia tulis tersebut mengandung sebuah fakta yang real dan nyata tanpa bumbu apapun. Sehingga apa yang Cal tulis dan apa yang diterbitkan di halaman koran Washington Globe merupakan sebuah fakta real yang dapat mengungkapkan kejanggalan dari kematian Sonia Baker dan skandal politik serta percintaan dibaliknya.


  1. 2.      Loyalitas utama jurnalisme adalah pada warga negara.                                                         

           
            Jurnalis dituntut untuk mengedepankan kepentingan warga negara. Dalam film State Of Play juga terdapat elemen ini karna tokoh Cal dalam film tersebut dalam menguak skandal anggota kongres semata-mata hanya ingin menunjukkan kebenaran kepada publik.


  1. 3.     Esensi Jurnalisme adalah Disiplin Verifik


            Jujur dalam penulisan adalah hal terpenting dari elemen kedua yang harus memihak kepada warga atau netizen. Adegan yang memeragakan hal ini pada saat akhir film, Cal hanya menulis yang telah mereka analisis dan dapat dibuktikan bersama rekannya.


  1. 4.     Independen terhadap sumber berita


            Cal McAffrey hanya ingin mengetahui keberanan yang sebenarnya soal kasus ini. Apaun itu buruk atau tidaknya fakta yang ia dapat. Sehingga Cal McAffrey mengungkapkan kebenaran yang sebenarnya tanpa harus memikirkan kepentingan dari pihak lain.


  1. 5.     Jurnalis harus membuat dirinya sebagai pemantau  independen dari kekuasaan.           


            Point kelima ini berarti wartawan juga bertindak sebagai pengawas jalannya pemerintahan dan bersifat independen. Stephen merupakan anggota kongres adalah salah satu orang penting dalam pemerintahan, Cal sebagai wartawan memantau jalannya pemerintahan itu, maka ketika ada skandal ditubuh pemerintahan mengemuka, Cal menjalankan tugasnya sebagai pemantau dengan mencari fakta-fakta.


  1. 6.     Menyediakan Forum bagi masyarakat


            Pada saat Cal McAffrey bertemu seorang anak kecil yang dimana ia adalah teman dari korban tewas pada kejadian penembakan dimalam hari tersebut. Disini, Cal tidak memandang gadis ini siapa dan berlatar belakang apa, namun Cal tetap mengikuti gadis ini dan mendengarkan informasi yang diketahui dari gadis ini.


  1. 7.      Jurnalis harus berusaha membuat hal penting menjadi menarik dan relevan.


            Dalam film ini bertita yang menarik adalah memecahkan kebenaran dari kebohongan seorang anggota kongres, tapi dimana yang menjadi target penyelidikan adalah pointcorp yang mencoba mengorek informasi dengan cara mendekati si anggota kongres.


  1. 8.     jurnalis harus menjaga agar beritanya komperhensif dan proposional


            Dari segala informasi dan fakta yang didapatkan oleh Cal McAffrey dan Della Frey, mereka hanya memasukkan hal-hal yang informastif dan apa saja yang pantas diketahui oleh masyarakat apa yang tidak. Cal McAffrey dalam penulisan berita, ia mengemas dari sekian banyak informasi ini menjadi hal yang proposionla informasi yang ia dapatkan.


  1. 9.     Jurnalis harus diperbolehkan untuk mendengarkan hati nurani pribadinya.

           
            Mendengarkan hati nurani sendiri maksudnya disini yaitu, karena sesuatu yang berasal dari hati nurani akan bersifat baik, sehingga meminimalisir kebohongan dalam penulisan berita. Ini diperlihatkan di dalam film State Of Play dimana Cal mengikuti kata hati nuraninya untuk terus menguak kasus skandal ini demi kepentingan orang banyak.


VIVA.co.id – Komisi Nasional Perlindungan Anak menyoroti kasus penculikan yang sedang marak diperbincangkan. Dari data yang dimiliki Komnas Anak, setiap tahunnya, sejak 2014 hingga 2017 awal, kasus penculikan anak terus meningkat.

Latar belakang penculikan diklasifikasikan menjadi lima. Diculik untuk diadopsi secara ilegal, untuk balas dendam atau meminta tebusan, dipekerjakan secara paksa menjadi anak jalanan, pembantu rumah tangga dan pengemis, untuk eksploitasi seks komersial dan tidak menutup kemungkinan juga untuk penjualan organ tubuh.

Seperti pada tahun 2014, data kasus penculikan anak yang masuk ke Komnas Anak sebanyak 51 Kasus. Dari 51 kasus tersebut, 6 kasus di antaranya merupakan penculikan bayi. Ketua Umum Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait, mengatakan pada 2015, kasus penculikan anak yang masuk ke lembaganya sebanyak 87 kasus. Latar belakang kasus penculikan anak itu juga bermacam-macam.

"Adopsi ilegal 21 kasus, dipekerjakan secara paksa 25 kasus, seksual komersial 24 kasus, dan balas dendam atau tebusan 17 kasus," kata Arist, Jumat, 24 Maret 2017. Untuk tahun 2016, menurut Arist, jumlah kasus penculikan anak menjadi 112 kasus. Dengan perincian adopsi ilegal sebanyak 32 kasus, dipekerjakan secara paksa 27 kasus, seksual komersial 24 kasus, dan balas dendam atau meminta tebusan sebanyak 29 kasus. "Untuk tahun 2017, yang dihitung sampai bulan Januari hingga Maret terdapat 23 kasus penculikan. Latar belakangnya yaitu, adopsi ilegal 6 kasus, dipekerjakan secara paksa 9 kasus, seksual komersial 4 kasus, dan balas dendam atau minta tebusan sebanyak 4 kasus," ujarnya.

Dari kasus-kasus yang terjadi di Indonesia, memang saat ini menurut Arist, penculikan berlatar belakang penjualan organ tubuh belum ditemukan. Namun tak menutup kemungkinan itu terjadi. "Jadi para orangtua diharapkan untuk terus waspada, tetapi juga tidak boleh menjadi paranoid dengan adanya kabar tersebut," kata Arist.

Analisis unsure 5W + 1H

1. What

Kasus maraknya penculikan anak di Indonesia, sering kali membuat kekhawatiran setiap orang tua apa bila melihat anaknya berpergian jauh, dari tahun ke tahun banyak peristiwa kasus penculikan anak maka dari itu butuh sekali pengawasan dan juga bimbingan yang positif dari orang tuanya.

2. Why

Karena banyak dari penculik penculik anak di Indonesia, mereka membawa anak anak tersebut untuk di pekerjakan atau juga di jual serta beberapa di antaranya ada yang di jual bagian bagian tubuhnya demi kepentingan penculik.

3. When

Beberapa hari lalu (25/2/2018)

4. Where

Di sebuah jalan raya di Karanganyar, Jawa Tengah, polisi juga menemukan sang bocah yang jadi korban penculikan dalam kondisi selamat.

5. Who

Ketiga pelaku dibawa ke Polres Lumajang, Jawa Timur. Motif penculikan ini dilatarbelakangi masalah antara para pelaku dengan kakek korban.Menurut pelaku yang memiliki usaha jual beli kendaraan bermotor, kakek korban yang menjadi perantara transaksi mengingkari keuntungan yang sudah mereka sepakati. Para pelaku kemudian menculik korban di Lumajang, lalu dibawa ke Karanganyar sebagai jaminan.

6. How

Setelah didalami lebih lanjut, menurut dari keterangan pelaku itu sebagai jaminan untuk mengembalikan kendaraan yang dibawa kabur oleh korban," Kasat Reskrim Polres Lumajan AKP Roy Aquari Prawirosastro.Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku langsung dijebloskan ke dalam ruang tahanan. Mereka terancam hukuman pidana penjara paling lama 12 tahun